Halo, senang bisa bertemu dengan kakak disini 👋
Admin
Admin Ranafis
Silahkan bertanya, dengan senang hati kami siap membantu kakak 😇
Asisten Ranafis (Smart Answer)
Apakah untuk buat Pas Foto harus booking dulu?
Tidak perlu kak. untuk foto setengah badan ( Foto Ijazah / Foto Buku Nikah / Foto SKCK & Foto Profil ), Kakak bisa langsung datang ke studio kami selama jam buka. Proses cepat & tanpa antri.
Apakah studio menyediakan Kemeja Putih, Dasi & Jas?
Iya kak, Kami menyediakan Kemeja Putih ukuran 16 & 20, Dasi warna hitam & merah, Jas Hitam ukuran XL dan Blazer Hitam Ukuran Allsize, Semuanya tidak perlu berbayar tinggal dipake aja.
Bisa buat Pas Foto Visa juga?
Tentu bisa dan bergaransi! Kami melayani pas foto berbagai kebutuhan visa seperti Amerika, Jepang, Korea, Eropa dan negara lainnya.
Berapa lama hasil pas foto jadi?
Hanya dalam 5 s/d 10 menit saja kak, Bisa ditunggu dan dapat cetakan 1 blok 4x6(4), 3x4(5), 2x3(6), softcopy bisa lewat email atau WhatsApp dokumen.
Apakah melayani foto keluarga atau foto studio lainnya?
Iya, kami melayani foto keluarga, foto wisuda, foto couple, foto casting, foto composite, foto personal, foto produk, foto prewedding indoor, dan foto lainnya.
Berapa biaya cetak pas foto?
Mulai dari Rp 25.000 untuk cetak pasfoto, dan juga cetakan lainnya tergantung ukuran dan jumlah cetakan. Detail lengkap untuk cetakan bisa hubungi WA admin, nanti dibantu lewat katalog harga.
Bisa cetak foto lewat online?
Tentu bisa dong! kami melayani cetak dari ukuran pas foto juga ukuran standar seperti 4R, 5R, 10R, 24R, hingga ukuran besar seperti 60x90 cm. Kami juga melayani cetak dengan ukuran custom sesuai kebutuhan. Cukup kirim file softcopy-nya lewat WhatsApp atau Telegram, dan hasil cetaknya bisa kami kirim melalui Gojek. Jadi, kalau kakak lagi sibuk atau belum sempat datang ke studio, tenang aja... Ranafis siap bantu sampai hasilnya tiba ke tangan kakak!
Apakah ranafis melayani pembuatan Album digital kolase dan liputan dokumentasi?
Iya kami menerima pembuatan album digital kolase modern dengan berbagai model & motif, dan kami pun melayani pembuatan liputan dokumentasi baik itu seminar, acara tertutup dan juga hajatan wedding termasuk diantaranya sunatan
Info Buat Customer Ranafis?
Kami menerima booking jadwal foto paling lambat 2 hari sebelum pemotretan dan bookingan sudah di depe, jika karena sesuatu hal customer tidak dapat datang di hari yang sudah di tentukan, kami masih bisa perbarui bookingan 1 kali lagi tanpa ada pembatalan uang depe
Studio Ranafis buka jam berapa?
Kami buka setiap hari dari 13.00 s/d 21.00 WIB. Hari libur studio tetap buka ya kak!
Ranafis Foto bukan Stopwatch!
Meskipun di katalog tertulis 30 menit, kenyataannya kakak bakal dapat waktu lebih. Kami pastikan kakak puas dengan hasilnya, tanpa merasa diburu-buru.
Sedikit Rahasia dari kami!
Di balik batas waktu 30 menit yang tertulis di katalog, ada bonus waktu tersembunyi yang sering kami berikan. Karena buat kami, hasil terbaik itu lebih penting dari pada jam!
INTIP PROMO RANAFIS
Ayo dapatkan potongan harga spesial untuk paket foto tertentu setiap hari. Klik tombol Lihat Diskon Harga
dan ambil promo menarik dari Ranafis!

🎁 Lihat Diskon Harga
⭐⭐⭐⭐⭐ Lihat Review di Google
↑ Top

Fotografer Cilik, Profesional Sejak Dini

Melatih Anak Usia 10 Tahun Menjadi Fotografer yang Punya Cerita

melatih-fotografer-cilik-jadi-profesional

“Fotografi bukan soal alat, tapi soal mata dan hati.”

 Di era visual seperti sekarang, fotografi bukan cuma soal jepret-jepret. Ia adalah bahasa, medium ekspresi, dan bahkan profesi yang bisa dimulai sejak dini. Kalau lo punya anak, keponakan, atau murid usia 10 tahun yang tertarik dengan kamera, ini saatnya bantu mereka tumbuh jadi fotografer profesional - tanpa kehilangan rasa bermain.

Bukan sekadar ngajarin anak motret, tapi membentuk cara pandang visual, etika berkarya, dan rasa percaya diri lewat proses yang fun dan bertahap.

Tahap 1: Bangun Mindset Kreatif, Bukan Sekadar Teknis

🔍 Mata Peka

  • Ajarkan anak bahwa foto bukan cuma soal “bagus,” tapi soal cerita.
  • Dorong anak untuk eksplorasi: memotret benda sehari-hari, suasana rumah, atau ekspresi teman.
  • Latih mereka untuk bertanya: “Kenapa aku mau ambil foto ini?”
  • Ajak anak melihat dunia sebagai cerita, bukan objek.
  • Latihan: “Ceritakan harimu lewat 3 foto.”
  • Hindari pujian “bagus” atau penialaian “jelek” - ganti dengan “ceritanya dapet banget” atau “komposisinya bikin penasaran” karena dengan pujian bagus akan membuat anak capet merasa puas dan menilai jelek akan membuat semangat anak jadi hilang

Tahap 2: Mulai dari Alat yang Ada

📱 Kamera Saku

  • Gunakan kamera HP dulu, jangan buru-buru beli DSLR atau camera compact.
  • Kamera HP cukup untuk eksplorasi awal.
  • Ajarkan komposisi, pencahayaan, dan framing pakai benda sekitar.
  • Kalau ada kamera digital sederhana, itu cukup buat latihan awal.
  • Fokus ke framing, cahaya alami, dan momen spontan.
  • Latihan: “Foto benda favoritmu dari 3 sudut berbeda.”

Tahap 3: Belajar Lewat Petualangan

🗺️ Misi Visual

  • Buat tantangan mingguan: “Foto benda merah,” “Foto bayangan,” “Foto suasana pagi.”
  • Ajak anak bikin jurnal foto: cetak hasilnya, tempel, dan tulis cerita di baliknya.
  • Libatkan mereka dalam sesi foto keluarga atau dokumentasi kegiatan sekolah.
  • Tantangan mingguan:
    • “Foto suasana pagi”
    • “Foto benda yang bergerak”
    • “Foto ekspresi teman tanpa mereka sadar”
  • Buat jurnal foto: cetak, tempel, tulis cerita di baliknya.

Tahap 4: Kenalkan Etika dan Profesionalisme Sejak Dini

🤝 Fotografer Beretika

  • Ajarkan izin sebelum memotret orang lain.
  • Latih disiplin waktu dan tanggung jawab saat pegang alat.
  • Kenalkan konsep hak cipta dan menghargai karya orang lain.
  • Latihan: “Bikin sesi foto keluarga, tapi lo yang atur dan minta izin.”


melatih-fotografer-cilik-jadi-profesional-di-umur-10-tahun

Tahap 5: Upgrade Bertahap: Skill, Alat, dan Portofolio

🛠️ Editor Cilik

  • Setelah anak konsisten, mulai kenalkan editing dasar (Snapseed, Lightroom Mobile).
  • Ajak anak ikut workshop atau komunitas fotografi lokal
  • Buat akun Instagram khusus karya (harus dengan pengawasan orang tua).

Tahap 6: Buka Ruang Dialog dan Apresias

🗣️ Cerita di Balik Lensa

  • Jangan nilai hasil foto dengan “bagus” atau “jelek” - tanya dulu maksud dan prosesnya.
  • Apresiasi usaha, bukan hanya hasil akhir.
  • Libatkan anak dalam diskusi visual: “Menurut kamu, foto ini bercerita tentang apa?”
  • Diskusi rutin: “Kenapa kamu ambil foto ini?”
  • Apresiasi proses, bukan hasil akhir.
  • Libatkan anak dalam sesi dokumentasi kegiatan sekolah atau keluarga.

Kesimpulan Saya : Fotografi Sebagai Perjalanan, Bukan Tujuan

🚀 Visual Explorer

Melatih anak jadi fotografer profesional bukan soal mencetak juara lomba foto. Ini soal membentuk manusia yang peka, kreatif dari cara pandang, membangun rasa percaya diri, memberi mereka alat untuk bercerita, dan punya cara unik melihat dunia. Kalau prosesnya menyenangkan, hasilnya anak akan tumbuh bukan cuma jadi fotografer... tapi jadi manusia yang peka, kreatif, dan penuh rasa - bukan cuma fotonya yang bagus, tapi cerita yang hidup.


Komentar